TV PAMSWAKARSA

CEK!! MODUS-MODUS KECURANGAN PARTAI #NgeHAMtam BARENG FERI AMSARI (PUSaKO) & NINIS (PERLUDEM) PART 2

52Views



Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Feri Amsari (@Feri Amsari ) dan Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khairunnisa Nur Agustiyati (Ninis) tahu banget kalo partai itu sering modus manfaatin rakyat buat keuntungan mereka.

Kalo sistem pemilu kita masih seperti sekarang mungkin rakyat akan terus dibodohi dengan berbagai cara. Bener kata Bung Feri, bahwa seharusnya rakyat punya kewenangan untuk mecat orang-orang yang menang pemilu karena rakyat yang milih. Bukan malah ketua partai yang punya kewenangan itu.

Sebagai rakyat, ayo kita dorong negara untuk fair membuat sistem pemilu! Bukan hanya jago bikin slogan aja, tapi yang terpenting sistemnya adil buat semua orang. Rakyat yang milih, lho, kok ketua partai yang untung banyak?

Terus tonton NgeHAMtam berikutnya, dijamin seru dan daging semua. Salam dari kami, Komunitas Cendol Production.

Yang belum nonton Part 1, di bawah ini link-nya:

#pemilu #pilpres2024 #partai

Sumber Berita

redaksi
the authorredaksi

30 Komentar

  • kenapa media tv" tidak berani menyiarkan kasus korupsi? media lebih memilih nayangkan peristiwa" recehan yg sedang viral ataupun yg udah lewat.
    klo ada media yg ngaku" masih independen itu omong kosong

  • Rakyat sudah bersabar nunggu hingga 2024… silahkan habisin negri ini , silahkan korup,hutang negara sebanyak2nya,keruk uang cukong2 sebanyak dg imbalan pembagian proyek,habisin semua lawan2 politik,buat2 UU baru yg sekiranya menguntungkan golongan2 kalian para oligarki hingga masa jabatan berakhir 2024..kami rakyat tetap besabar melihat kerakusan kalian…..lolololo sekarang malah bikin 3 periode…dasar pejabat2 tengik😀😂😂😂

  • Gpp toh yang mayoritas partainya wong cilik (TAPI BOONG), yang garong uangnya wong cilik. Eh madam bansos gmana ini, diem2 bae.
    Empek-empek campur sayur lodeh
    Guaplek deh

  • @bgharis
    Partai hanya berguna buat kelompoknya, setelah jadi pejabat (DPR/D)tidak pernah memikirkan rakyat, hanya memikirkan perut kelompok dan partainya.

  • Paprpol di indonesia bagaikan seles obat, banyak omong ketika di beli kasiat obat nya kagak ada sama sekali malah ada yg bisa membahayakan si pembeli dlam kesehatan😂

  • Di REZIM inilah INDONESIA Semakin Hancur Lebur, Rezim TERJELEK KEPEMIMPINAN NYA SEMENJAK INDONESIA LAHIR.

    PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN UNTUK INDONESIA TIDAK ADA LAGI

    YG ADA MENGGUNAKAN KEKUASAAN UNTUK KRONI KRONINYA DAN KELUARGANYA UNTUK BERKUASA, DAN MENGHABISI/MEMGKRIMINALKAN ORANG ORANG YG MENGKRITIK ATAU BERLAWANAN SIKAP POLITIK

    DAN SAYA BERHARAP SETELAH REZIM INI TUMBANG ADA YANG MENGUSUT SECARA HUKUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN, DAN MENTERI MENTERINYA, KARENA MEMBUAT INDONESIA KACAU DARI SOSIAL, POLITIK, HUKUM, DAN EKONOMI,
    YG BER IMPACT RAKYAT JADI SUSAH DAN MENANGGUNG SEMUA KEDEPANNYA!!!

  • Para pejuang terdahulu mengorbankan tanah tumpah darah. Tapi sekarang Penjajah negeri ini bukan dr negara luar' justru penjajah kita saat ini. nyata melakukan penjajahan. Dan terang terangan.

  • Bung Haris…. Saia hendak bertanya.
    Terdapat sesuwatu yang tidak diatur (dilarang atau diperbolehken) secara tertulis di dalem hukum nasional. Terdapat orang menjalanken sesuwatu tersebot. Lantas, orang tersebut "teradili" — mendapatken perlakuwan tidak adil — oleh insetitusi dan atau oleh masyarakat. Pendapat saia, jika sesuwatu tersebut tidak terikat oleh hukum, artinya tidak boleh dijerat oleh hukum. Bagaimanakah perlindungan HAM terhadap orang berikut sesuwatu yang ia jalanken itu?
    Terima kasih.

  • denger2 pemerintah mau import beras
    padahal daerah aku indramayu lg musim panen,
    harga padi anjok parah 😭 udah itu harga pupuk naik 2x lipat !!!
    petani indramayu stres
    boro2 balik modal dan tenaga😭
    ap pemerinta pura2 buta dan tuli

  • Biaya politik baik tingkat kota/kabupaten dan propinsi sangat tinggi. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa ada sponsor dibelakang calon, yg memiliki kepentingan bisnis. Dan Ketika dia terpilih sdh bs dipastikan si kepala daerah punya hutang budi dan akan manut kepada si pemberi sponsor. Menurut saya pilkada pilkada dihilangkan saja, dan untuk kepala daerah dibuat jenjang karir saja. Kita ada sekolah STPDN yg khusus untuk pemerintahan, kita maksimalkan lulusan lulusan STPDN untuk memegang tampuk pimpinan daerah. Daripada kayak sekarang, ada kepala daerah mantan napi kasus pembalakan liar, Kepala daerah masih WNA dan lain lain. Mending lulusan STPDN di berikan tempat dan ketika lulus menjadi ASN, lalu ada yg menjadi lurah, lalu jika berprestasi bisa naik menjadi camat, dan jika berprestasi lagi bisa menjadi bupati, dan Gubernur. Kita pangkas biaya biaya politik pilkada, dan secara keilmuan mereka lulusan STPDN lebih memahami. Daripada seperti sekarang, ada artis ngetop dulunya yg sekarang sdh sepi job, Dan dengan modal ketenaran lalu menang pilkada. Apa yg diharapkan dari mereka yg tdk paham ilmu pemerintahan sama sekali? Tapi memang kalo saya bilang rezim sekarang ini sangat merusak semua tatanan kehidupan dan berbangsa. Semua dibuat mundur, dan dibuat semau gue. Dan yg dijadikan pion ya memang orang kapasitasnya minim. Biar nurut.

  • KOK GINI AMAT YA BANGSAKU…
    MIRIS LIHAT PERJUANGAN PEJUANG KEMERDEKAAN YG RELA BERKORBAN NYAWA DEMÌ KÈMERDEKAAN YG PENGEN ANAK2CUCUNYA KELAK SEJAHTERA. …
    YG TERJADÌ MALAH SEKARANG TIKUS2RAKUS SALIÑG EMMBATT..
    GILÀ…

  • Di kabupaten pelalawan provinsi Riau sudah terbukti satu orang dari partai PKS terpilih menjadi anggota dewan hanya dengan satu baliho Bang. Saudara kami Abdullah, beliau memang sangat dekat dengan rakyat jauh sebelum menjadi anggota Dewan. Alhamdulillah sampai saat ini menjabat tetap bersama rakyat dalam segala kebijakan dan prilaku sehari harinya.

  • dulu pemuda di tempat w karang taruna, sempat mau mengadakan DEBAT Politik di lingkungan RW secara publik,pas pemilihan walikota….kami yang mewadahi netral dah, isu -isu yang menyangkut pembangunan daerah dll udah kami buat… cukup sederhana secara teknis , sayangnya sulit sekali untuk waktu dan agenda untuk ketemu aja salah satu paslon terkuat saat itu, entah takut debat terbuka soalnya terusan berdalih agenda nya banyak….. saat itu masih ada independent jadi ada perhatian kami buat paslon independent saat itu….untuk berargumen pemikiran nya…secara publik…

Tinggalkan Balasan