NASIONAL

Sejuta Masker Dibagikan Untuk “Gerakan Santri Bermasker” di Jawa Timur ________________________________________

Sejuta Masker Dibagikan Untuk “Gerakan Santri Bermasker” di Jawa Timur ________________________________________
28Views


Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta membagikan masker sebanyak 1.287.000 secara simbolis yang diterima oleh perwakilan santri. Kegiatan pencanangan “Gerakan Santri Bermasker” ini berlangsung di Gedung Rupatama Polda Jatim, Kamis (25/2/2021).

Pencanangan ini didukung oleh para Kiai dan ulama, serta Forkopimda Jatim, diantaranya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto, Pangkoarmada II, Laksda TNI I.N.G. Sudihartawan.

Selain itu, Pejabat Utama Polda Jatim, KH Agoes Ali Mashuri, perwakilan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWMU) Jatim, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, serta Kementerian Agama (Kemenag) Jatim.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Kiai, maupun ulama dari seluruh Pondok Pesantren (Ponpes) di Jawa Timur, dan Polres jajaran di seluruh Jawa Timur secara virtual.

Kapolda Jatim mengatakan, pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini merupakan bagian penting dalam penanganan dan pencegahan wabah covid-19 di Jatim. Kapolda yakin dengan jumlah pesatren dan santri di Jawa Timur yang jumlahnya ribuan itu bisa memutus mata rantai covid-19.

“Kami mempunyai pemikiran bahwa santri akan menjadi basis yang kuat dan penting dalam menghadapi covid-19,” kata Kapolda Jawa Timur.

Tak lupa pula Kapolda Jatim juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jatim, para Kiai, Ulama, dan Santri atas identitas yangbtelah di bangun selama ini, bersama TNI, Polri dan Pemerintah daerah, serta seluruh kamtibmas di Jawa Timur, yang berjalan kondusif dan baik.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk bermunajat dan berdoa bersama-sama memohon pertolongan kepada tuhan yang maha kuasa, semoga kita semua dapat terbebas dari covid-19 demi terwujudnya Jawa Timur bangkit dan Indonesia maju,” pungkas Kapolda.

Gubernur Jawa Timur, dalam kesempatan ini mengatakan, bahwa ingin memanggil kembali memori warga bangsa, terutama Jawa Timur. Yang lebih spesifik adalah penguatan bermasker tetap bisa menjadi bagian dari pelaksanaan disiplin protokol kesehatan.

“Hari ini yang dilakukan adalah kembali pada gerakan bermasker untuk para santri, karena memang di Jawa Timur ini pesantren-pesantren dengan jumlah santri ribuan itu cukup besar dan cukup banyak. Dan kegiatan di pesantren banyak hal yang terus terkawal protokol kesehatannya, terutama bagimana bermasker dengan benar dan menjaga jarak serta mencuci tangan, 3M bahkan sekarang 5M, ini menjadi bagian yang kita konsolidasikan berseiring dengan proses vaksinasi,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

redaksi
the authorredaksi

Tinggalkan Balasan